Waspadai penyebab dari timbulnya latah itu sendiri.

Penyebab Latah

Sering kali kita melihat dilayar kaca televisi yang menunjukkan perilaku latah atau suka meniru ucapan dan tingkah laku orang lain. Tingkah seperti itu sering membuat kita menganggapnya sangat lucu atau bahkan dapat menghibur orang lain, tahukan kita sebenarnya, bahwa sikap yang sperti itu ternyata masuk dalam kategori kejiwaan. Dalam ilmu kedokteran, fenomena latah memang sulit dijelaskan, bahkan penyebab latah belum dapat dipastikan. Tak bisa dikategorikan penyakit, tapi psikiater mengatakan perilaku ini masuk dalam kategori gangguan gejala kejiwaan. 

Dalam ilmu kedokteran sebenarnya ada istilah yang dikenal dengan Coprolalia, yaitu perilaku yang sering mengulang kata-kata kotor atau bernada jorok. Sedangkan latah tidak selalu demikian, sehingga juga tidak bisa dikaitkan dengan kondisi tersebut. Selain penyakit latah merupakan  gangguan gejala kejiwaan yang disebut amok, yaitu keadaan tiba-tiba mengamuk yang banyak terjadi di Malaysia. Kedua kondisi ini menurut dr Andri berhubungan erat dengan kultur ataupun budaya. Latah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki banyak makna, mulai dari penyakit saraf, berkelakuan seperti orang gila, meniru sikap dan perbuatan orang lain, dan mengeluarkan kata-kata tidak senonoh. Meski lebih condong pada makna negatif, nyatanya orang latah laris manis di industri hiburan karena dianggap dapat menghibur. hal ini selaras dengan apa yang dikatakan oleh dr Andri, "Makanya latah jadi masuk ke gangguan (gejala psikiatri) dan berhubungan dengan kultur atau budaya. Kalau dibilang penyakit itu belum termasuk penyakit, istilahnya hanya gejala perilaku dan pikiran saja, dan susah juga jika dikategorikan sebagai penyakit," ujar dokter yang juga pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida). psikolog dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI, Ratih Zulhaqi, juga tidak mengkategorikan latah ke dalam jenis penyakit, melainkan kelainan neurologis. "Latah tidak bisa disebut penyakit karena kalau penyakit sifatnya fisik. 

Kalau ada juga itu kelainan neurologis atau kelainan pada kontrol saraf, bukan ujug-ujug karena dikagetin," ujar Ratih Zulhaqi. "Ini sebenarnya tidak bisa dibilang penyakit karena latah merupakan  masalah gangguan gejala kejiwaan," jelas dr Andri, SpKJ, psikiater dari Klinik Psikosmatis RS Omni Alam Sutra Tangerang, saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (3/7/2013).  “dilansir dari laman Hellosehat” Faktor genetik dan lingkungan ternyata juga menjadi salah satu penyebab latah trejadi karena berpengaruh dalam gangguan ini. Teori lain menyebutkan bahwa kondisi tersebut diakibatkan oleh gangguan neurologis somatik. Gangguan somatik ini disebabkan oleh mutasi gen yang terjadi setelah pembuahan dan tidak diwariskan dari orang tua ataupun diteruskan ke anak-anak. Pengaruh budaya juga disinyalir mampu memengaruhi tingkat keparahan. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan penyebab latah yang menjadi gangguan ini. Salah satu teori menyebutkan bahwa kelainan ini terjadi sebagai respon dalam kondisi ekstrem terhadap sesuatu yang dipengaruhi faktor budaya. Namun, sejauh ini belum ada penelitian dan penjelasan medis yang mendukung penyebab dari gangguan ini. Akan tetapi, kondisi ini sering kali dikaitkan dengan kelainan neuropsikiatrik. 

Hal ini dikarenakan terkejutnya orang latah dianggap berlebihan dan tidak sewajarnya. Gangguan ini dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari bagi penderitanya. Seringkali orang yang mengalami kondisi tersebut dipancing terus menerus kelatahannya karena dianggap lucu dan menghibur. Padahal, hal ini bisa meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahan kondisi tersebut dan sama sekali tidak membantu orang yang latah. Pada beberapa kasus, orang yang lebih muda cenderung mengalami latah yang lebih sering dan parah. Bahkan, banyak kasus menunjukkan intensitas dan tingkat keparahan akan berkurang seiring dengan pertambahan usia. Intensitas respon juga bisa dipengaruhi oleh kondisi fisik seseorang seperti kelelahan, stres, atau dalam kondisi emosi yang tidak stabil. Selain itu, orang yang terus menerus latah juga akan mengalami kelelahan berat jika setiap orang yang ditemuinya memancing gangguannya tersebut. 

Sumber: Healthdetik.com
SHARE

About Ayead Gaptek

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment