Xandao, Bek Baru Persija Jakarta

Xandao Bek Persija

Persija Jakarta masih mencari pemain baru untuk menambah komposisi skuat mereka. Kepergian Steve Paulle dan Bruno Matos membuat Macan Kemayoran diharuskan menambah setidaknya dua pemain asing baru untuk mengarungi ketatnya Liga 1 2019. Nama baru yang dikaitkan dengan Persija Jakarta adalah Xandao. Bek asal Brasil yang bermain di Guarani, klub kasta kedua Brasil ini dikabarkan segera berbaju Persija Jakarta.
Berikut ini profil singkat mengenai Xandao yang dilansir dari https://www.bolanusantara.com/, calon bek baru Persija yang sempat bermain di Portugal.

Rekam Jejak: Dari Brasil Menuju Spanyol
Manajemen Persija sempat memberikan kode bahwa pemain baru Persija Jakarta sempat bermain di LaLiga Spanyol. Kode ini sempat memunculkan banyak spekulasi.

Hingga akhirnya muncul nama Xandao, bek asal Brasil yang sempat bermain untuk klub Liga Spanyol. Xandao merupakan jebolan akademi Guarani. Mayoritas klub yang sempat ia bela berasal dari Brasil.

Selepas dari Guarani, Xandao bermain untuk Desportivo Brasil Ltda. Selepas dari Desportivo Brasil Ltda, ia bermain untuk Fluminense, klub teras asal Brasil.

Tahun 2012 menjadi tahun terbaik Xandao. Ia pertama kali bertualang ke luar Brasil pada tahun 2012 setelah ia memutuskan pindah ke Portugal. Pemain kelahiran Sao Paolo ini bermain untuk Sporting Lisbon, mantan klub Cristiano Ronaldo.

Pemain bernama lengkap Alexandre Luiz Reame ini sempat empat tahun di Rusia. Anzhi Makhachkala, klub yang sempat dibela oleh Samuel Eto’o sempat mendapatkan servis dari pemin berusia 31 tahun ini.

Pada musim 2017/2018, Xandao pindah ke Spanyol. Di sinilah ucapan manajemen Persija Jakarta terbukti. Sang pemain pada musim tersebut bermain untuk Sporting Gijon. Semusim di Spanyol, Xandao pindah ke klub Belgia, Cercle Brugge.

Januari 2019, ia kembali ke Brasil. Ia bermain untuk Red Bull Brasil. Pada April 2019, Xandao memilih kembali ke klub yang membesarkan namanya, Guarani.

Market Value dan Posisi Bermain
Xandao memiliki karier yang naik-turun bak roller coaster. Kariernya yang naik-turun bisa dilihat dari naik-turunnya market value atau harga pasar dari sang pemain.

Dilansir dari Transfermarkt, Xandao awalnya memiliki market value 50 ribu Euro atau sekitar 700 juta rupiah. Market value ini didapat kala ia lulus dari Guarani, akademi sepak bola yang membesarkan namanya.

Harga pasar Xandao melambung jauh-terbang-tinggi-bersama-mimpi kala bergabung dengan raksasa Portugal, Sporting CP. Harga pasarnya mencapai 6 juta Euro atau sekitar 94 miliar Rupiah. Catatan ini menjadi yang tertinggi sepanjang kariernya.

Setelahnya, harga pasar Xandao menukik. Ketika bermain di Sporting Gijon, Spanyol, harga pasar Xandao hanya berkisar 700 ribu Euro atau 11 miliar Rupiah. Harga pasar ini bertahan hingga saat ini, hingga saat beredar rumor sang pemain berseragam Persija Jakarta.

Mengenai posisi bermain, posisi aslinya adalah bek tengah. Ia sesekali bermain sebagai bek kanan, namun posisi aslinya adalah bek tengah.

Kedatangan Xandao telah ditunggu oleh Persija Jakarta dan Jakmania. Badannya yang tinggi besar, 191 cm, menjadikan dia laiknya Tugu Monas di pertahanan Persija Jakarta.
SHARE

About Ayead Gaptek

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment